A. PENDAHULUAN
Sesuai dengan UU nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, Radio merupakan salah satu penyelenggara penyiaran yang termasuk dalam klasifikasi Lembaga Penyiaran Komunitas, yaitu yang didirikan oleh masyarakat untuk kepentingan masyarakat. Oleh karena itu Radio Komunitas mempunyai karakteristik khusus antara lain :
1. Merupakan lembaga penyiaran yang berbentuk badan hukum Indonesia, didirikan oleh komunitas tertentu, bersifat independen, dan tidak komersial, dengan daya pancar rendah, luas jangkauan wilayah terbatas, serta untuk melayani kepentingan komunitasnya.
2. Radio diselenggarakan :
a. tidak untuk mencari laba atau keuntungan atau tidak merupakan bagian perusahaan yang mencari keuntungan semata; dan
b. untuk mendidik dan memajukan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan, dengan melaksanakan program acara yang meliputi budaya, pendidikan, dan informasi yang menggambarkan identitas bangsa.
3. Radio Komunitas tidak melakukan siaran iklan dan/atau siaran komersial lainnya, kecuali iklan layanan masyarakat.
4. Radio Komunitas memperoleh sumber pembiayaan dari sumbangan, hibah, sponsor, dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
5. Radio Komunitas adalah milik warga oleh karena itu berpihak untuk kepentingan warga dan melibatkan partisipasi Warga.
Untuk menyelenggarakan penyiaran dan menghasilkan kualitas siaran serta mengawasi penyelenggaraan penyiaran yang sesuai dengan peraturan, diperlukan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Penyiaran atau lebih dikenal dengan istilah Kode Etik dan Tata tertib Penyiaran. Oleh karena itu Radio Komunitas telah menyusun Kode Etik dan Tata Tertib yang berlaku bagi para penyelenggara penyiaran di Radio Komunitas.
B. KETENTUAN UMUM
Dalam Kode Etik dan Tata Tertib ini yang dimaksud dengan :
1. Kode Etik dan Tata tertib merupakan panduan tentang batasan apa yang diperbolehkan dan/atau apa yang dilarang disiarkan atau dilakukan oleh penyelenggara siaran di Radio Komunitas. Kode Etik dan Tata tertib siaran adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan menjadi acuan atau pedoman dalam berperilaku bagi penyelenggara penyiaran.
2. Siaran adalah pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar, atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat penerima siaran
3. Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.
4. Penyiaran Radio adalah media komunikasi massa dengar, yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara secara umum dan terbuka, berupa program yang teratur dan berkesinambungan.
5. Penyelenggara Penyiaran adalah : Orang yang terlibat dalam kegiatan Penyiaran di Radio Komunitas baik Dewan Penyiaran Komunitas (DPK) maupun Badan Pelaksana Penyiaran Komunitas ( Pimpinan Studio dan para Pembantunya).
C. ETIKA PENYIARAN
1. Isi siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat untuk pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia.
2. Isi siaran wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada khalayak khusus, yaitu anak-anak dan remaja, dengan menyiarkan mata acara pada waktu yang tepat, dan lembaga penyiaran wajib mencantumkan dan/atau menyebutkan klasifikasi khalayak sesuai dengan isi siaran.
3. Isi siaran wajib dijaga netralitasnya dan tidak boleh mengutamakan kepentingan golongan tertentu.
4. Isi siaran dilarang :
a. bersifat fitnah, menghasut, menyesatkan dan/atau bohong;
b. menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian, penyalah-gunaan narkotika dan obat terlarang; atau
c. mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan.
5. Isi siaran dilarang memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia, atau merusak hubungan internasional.
6. Bahasa pengantar utama dalam penyelenggaraan program siaran harus Bahasa Indonesia yang baik dan benar
7. Bahasa daerah dapat digunakan sebagai bahasa pengantar dalam penyelenggaraan program siaran muatan lokal dan, apabila diperlukan, untuk mendukung mata acara tertentu.
8. Bahasa asing hanya dapat digunakan sebagai bahasa pengantar sesuai dengan keperluan suatu mata acara siaran.
D. PEDOMAN PERILAKU PENYIARAN
1. SIKAP SAAT SIARAN
· Penyiar harus rajin membaca, menulis naskah, meriset, mencari informasi dari sumber yang dapat dipercaya, dan menyusun acara secara teliti sebelum siaran.
· Penyiar harus mampu menggali berbagai fakta dan informasi yang sebelumnya tidak diketahui. Penyiar jangan pernah merasa sudah mengetahui segalanya, sehingga merasa tidak perlu mencari informasi baru.
· Penyiar harus selalu memilih topik, bahasa, lelucon dan gaya siaran yang sopan. Segala sesuatu yang berbau cabul, menghujat Tuhan, sumpah serapah dan makin tidak punya tempat dalam siaran radio.
· Penyiar harus memiliki komitmen/janji untuk melaporkan hanya fakta-fakta yang dikumpulkannya dari sumber yang benar-benar dapat diandalkan atau dipercaya. Jika sebuah informasi awal belum tuntas diteliti dan dicek, sebaiknya jangan disiarkan.
· Penyiar harus dijadikan sebagai sumber informasi, sehingga ia tidak menyiarkan informasi yang meragukan atau fakta yang diputar balikan.
· Seorang reporter harus menghindari bercampurnya bias pribadi, purbasangka, keberpihakan, kecenderungan, dan kepercayaan pribadi dalam melaporkan sebuah kejadian atau menggambarkan sebuah situasi.
· Penyiar harus menghormati hak semua orang. Informasi yang disimpan oleh seseorang karena alasan pribadi, keluarga atau alasan lain tidak boleh dilanggar. Informasi off-the-record yang dikatakan narasumber harus dihormati oleh Reporter.
· Penyiar harus berhati-hati untuk menghindari : menyiarkan gosip, kabar angin, desas desus, kritik, penghinaan, percekcokan, pertengkaran dan propaganda.
· Dalam hal penyiaran masalah politik, Penyiar tidak boleh menyiarkan hal-hal yang terlalu menguntungkan atau merugikan satu Parpol, Calon atau kepentingan politik tertentu.
· Penyiar harus memberikan waktu dan kesempatan yang sama kepada semua Parpol dan Calon terdaftar yang ingin memanfaatkan waktu siaran.
· Penyiar harus saling mempromosikan acara-acara lain.
2. PERILAKU SAAT BEKERJA
· Penyiar harus kompak dengan crew lainnya, karena Penyiar tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dari orang lain.
· Penyiar harus disiplin terhadap jadwal siaran yang telah ditetapkan, dan 15 menit sebelum waktu siaran Penyiar harus sudah datang di studio untuk menyiapkan bahan siaran atau mendengarkan petunjuk dari Pimpinan Siaran.
· Sebagai anggota Team, Penyiar harus bersedia menolong dan membantu anggota Team yang sedang mengalami kesulitan baik yang menyangkut acara siaran ataupun masalah pribadi.
3. PERILAKU DI DALAM STUDIO
· Tidak seorangpun diizinkan membawa senjata api ke dalam studio, terlepas dia sebagai anggota Polisi, militer atau klub menembak.
· Penyiar dilarang melakukan siaran dalam keadaan mabuk atau pengaruh narkoba.
· Penyiar dilarang membawa Tamu pribadi ke ruang siaran, kecuali ada ijin khusus dari Pimpinan Studio.
· Tamu sama sekali tidak boleh mengganggu Penyiar, mengacau siaran, merusak barang dan peralatan studio.
· Adalah kewajiban setiap staff untuk menjaga peralatan dan barang milik studio.
· Hanya orang-orang yang ditugasi yang boleh mengoperasikan peralatan studio.
· Peralatan tidak boleh dibiarkan hidup jika tidak digunakan.
· Adalah kewajiban setiap pemakai untuk membersihkan, menutup, mengembalikan setiap peralatan yang telah dipakai ke tempatnya.
· Tidak dibenarkan membawa keluar peralatan studio, tanpa seijin yang berwenang.
4. SIKAP DI LUAR STUDIO
· Penyiar harus memperhatikan sikap dan perilaku yang baik disaat ia berada di luar studio.
· Penyiar atau Crew dilarang meminta atau menerima dana/hadiah/ bantuan dengan dalih mengatasnamakan stasiun radio untuk kepentingan pribadinya, tanpa seijin yang berwenang.
· Penyiar atau Crew akan dicoret dari keanggotaan studio apabila terbukti melakukan tindak kejahatan, kecurangan, tindakan kriminal, merusak nama baik studio, membocorkan rahasia atau hal-hal lain yang dianggap merugikan studio.
· Stasiun Radio Komunitas tidak diperbolehkan menerima dana atau hadiah dari sumber-sumber ilegal seperti : dari bandar judi, bandar narkoba, penyelundup, pencemar lingkungan dan orang orang lain yang pekerjaannya bertentangan dengan kepentingan komunitas, negara atau masyarakat.
· Stasiun Radio tidak dapat meminta dana dari Parpol atau kelompok kepentingan lain yang membuat stasiun radio kelak terpaksa mendukung kepentingan tersebut.
· Bantuan dari Parpol atau kelompok kepentingan tertentu hanya dapat diterima apabila dimusyawarahkan terlebih dahulu serta sumbangan tersebut adalah murni tanpa ikatan apapun terhadap stasiun radio.
5. PEDOMAN DAN PRINSIP JURNALISTIK
· Penyelenggara Penyiaran harus menyajikan informasi yang akurat dan tidak melakukan kecerobohan dalam menyampaikan berita yang menyesatkan atau memutarbalikkan fakta yang dapat merugikan orang lain.
· Sebelum menyiarkan sebuah fakta , Penyelenggara penyiaran harus memastikan dulu bahwa materi siaran tersebut telah diperiksa keakuratannya dan kebenarannya.
· Bila memperoleh informasi dari pihak lain yang belum dapat dipastikan kebenarannya, maka Penyelenggara Penyiaran harus menjelaskan pada masyarakat bahwa informasi tersebut adalah dalam versi berdasarkan sumber tertentu tersebut.
· Saat siaran langsung, baik diskusi atau wawancara via telepon, Penyelenggara Penyiaran harus waspada terhadap kemungkinan Nara sumber melontarkan pernyataan yang tanpa bukti atau kurang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dalam hal itu Pemandu Acara harus melakukan verifikasi atau meminta penjelasan lebih lanjut tentang fakta yang disampaikan oleh Nara sumber tersebut.
· Apabila Penyelenggara Penyiaran mengetahui atau menyadari telah menyiarkan informasi yang tidak akurat atau menimbulkan salah interpretasi, maka sesegera mungkin melakukan koreksi dan menyampaikan permintaan maaf.
· Dalam menyiarkan berita yang sulit dicek kebenarannya, misalnya berita tentang kekuatan gaib, maka Penyelenggara Penyiaran harus menjelaskan bahwa mengenai kebenaran berita tersebut masih terdapat perbedaan pandangan di masyarakat.
· Apabila dalam suatu program acara memuat kritik yang menyerang atau merusak citra individu atau organisasi, maka kepada mereka yang mendapatkan kritikan tersebut harus diberikan kesempatan dlam waktu yang setara untuk memberikan komentar atau argumennya terhadap kritikan yang diarahkan kepadanya.
· Jika terdapat dua atau lebih pihak yang saling bertentangan atau berbeda pandangan, maka kepada mereka harus diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapatnya.
· Dalam program acara yang mendiskusikan isu kontroversial, maka Pemandu Acara tidak boleh memiliki kepentingan pribadi atau keterkaitan dengan salah satu pihak. Pemandu Acara harus berusaha agar semua partisipan atau Nara sumber dapat secara baik mengekspresikan pandangannya.
6. PERILAKU TERHADAP NARASUMBER
· Jika dalam suatu program acara melibatkan Nara sumber, maka Penyelenggara Penyiaran harus memberitahukan terlebih dahulu kepada nara sumber tersebut tentang : tema, topik pembicaraan yang akan dibahas, alasan kenapa perlu melibatkan Nara Sumber tersebut, siapa saja yang akan hadir terlibat dalam acara tersebut, garis besar pertanyaan yang akan dilontarkan kepada Nara sumber.
· Penyelenggara Penyiaran tidak boleh melatih, mendorong atau membujuk Nara sumber untuk mengatakan hal-hal yang sebetulnya tidak dipahami atau tidak diketahui oleh Nara sumber tentang kebenarannya.
· Penyelenggara Penyiaran tidak boleh memaksa Nara Sumber untuk hadir, karena Nara sumber berhak untuk menolak berpartisipasi dalam program acara tersebut.
· Dalam hal mewawancarai Nara Sumber, maka sebelum wawancara dilakukan, Reporter harus memperkenalkan diri terlebih dahulu dan menyatakan tujuan wawancara kepada Nara Sumber.
· Apabila melaksanakan kegiatan wawancara langsung dengan Penelepon dari luar, maka sebelum percakapan disiarkan, Penyelenggara Penyiaran harus terlebih dahulu mengatahui data identitas Penelepon tersebut secara jelas.
· Penyelenggara Penyiaran harus mengingatkan kepada Penelepon dan atau memberhentikan wawancara apabila saat wawancara berlangsung ada hal-hal yang tidak layak disiarkan kepada masyarakat, karena bagaimanapun juga yang harus bertanggung jawab terhadap wawancara tersebut adalah Penyelenggara Penyiaran.
· Apabila melibatkan anak-anak sebagai Narasumber, maka Penyelenggara Penyiaran harus terlebih dahulu meminta ijin kepada orang tuanya, serta pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan jangan diluar kemampuan anak tersebut.
PRIVASI SESEORANG
· Tindakan menghadang atau mencegat narasumber untuk dimintai keterangan, hanya boleh dilakukan di tempat umum, dan dengan cara yang sopan, tidak memaksa atau mengintimidasi.
· Penyiaran kejadian musibah kecelakaan, korban kejahatan atau orang yang sedang berduka cita harus dilakukan secara tepat dan bijaksana serta tidak boleh menambah penderitaan orang tersebut.
· Dalam hal melaporkan tentang peristiwa yang dapat menimbulkan kepanikan, kerusuhan dan menyebabkan konflik, maka Penyelenggara Penyiaran dilarang menyiarkan langsung peristiwa kerusuhan tersebut serta tidak boleh berpihak pada salah satu kelompok tertentu.
PROGRAM YANG DISPONSORI
· Penyelenggara Penyiaran boleh menyajikan program acara yang disponsori, baik sebagian maupun keseluruhan, oleh pihak luar Studio, kevuali untuk program acara berita.
· Dalam hal program acara yang disponsori, penyelenggara penyiaran harus memberitahukan kepada pendengar bahwa program tersebut disponsori, didanai oleh pihak tertentu, dan harus disiarkan minimal 2 kali penyiaran dalam satu program acara.
· Perusahaan yang memproduksi barang-barang terlarang dilarang mensponsori program acara, misalnya minuman keras, judi, dll.
PROGRAM PENGGALANGAN DANA
· Lembaga Penyiaran Komunitas dapat menyiarkan permohonan bantuan dana kepada masyarakat untuk mendanai penyelenggaraan siaran.
· Dalam kejadian bencana tertentu, Lembaga penyiaran Komunitas dapat mengambil inisiatif untuk menggalang bantuan amal untuk disalurkan kepada yang berhak.
· Bantuan amal yang terkumpul tidak digunakan sebagai pembiayaan program siaran, kecuali telah dijelaskan sebelumnya.
KUIS DAN UNDIAN BERHADIAH
· Dalam menyiarkan program yang berisi kuis dan undian hadiah, Penyelenggara penyiaran harus bertindak adil dan peraturannya harus diberitahukan secara terbuka dan jelas kepada pendengar.
· Dengan atau tanpa sponsor, Penyelenggara penyiaran harus bertangggung jawab atas semua kuis dan undian berhadiah yang disiarkan.
· Jika sebuah kuis atau undian berhadiah menggunakan fasilitas telepon dan sms, maka Penyelenggara penyiaran harus memberitahukan dengan jelas biaya pulsa hubungan telepon atau sms yang dikenakan.
KESOPANAN, KEPANTASAN DAN KESUSILAAN
· Penyelenggara penyiaran harus menyajikan materi dengan menempatkan kepentingan publik pada prioritas teratas, oleh karena itu kemerdekaan berekspresi melalui Lembaga penyiaran dibatasi oleh kepentingan publik
· Penyelenggara penyiaran harus berhati-hati agar isi siaran tidak merugikan, menimbulkan effek negatif atau bertentangan dan menyinggung nilai-nilai dasar yang dimiliki beragam masyarakat tersebut.
· Dalam hal penyiaran masalah kekerasan, maka penyelenggara penyiaran agar mampu mencegah jangan sampai siaran tersebut menimbulkan hilangnya kepekaan masyarakat terhadap kekerasan, mencegah agar masyarakat tidak berlaku apatis terhadap gejala kekerasan, mencegah agar tidak timbul ketakutan yang berlebihan dan mencegah agar masyarakat tidak menerima pandangan bahwa kekerasan adalah jalan keluar yang deapat diterima dan dibolehkan
· Penyelenggara Penyiaran dilarang menyiarkan lagu-lagu yang mengandung muatan pesan menggelorakan atau mendorong kekerasan.
· Penggambaran kondisi korban kekersan, kecelakaan dan bencana tidak boleh disampaikan secara rinci.
· Penyelenggara Penyiaran dilarang menyiarkan lagu-lagu yang berisikan lirik bermuatan seks, baik secara eksplisit mapun secara implisit.
· Program Acara yang berisikan pembicaraan atau pembahasan mengenai masalah seks dapat disiarkan hanya pada pukul 22.00 – 04.00 WIB.
· Program yang berisikan pembicaraan atau pembahasan mengenai masalah seks harus disajikan dengan cara ilmiah dan santun
· Penyelenggara penyiaran dilarang menyajikan program siaran dimana penyiar atau pembiacara tamu atau penelepon berbicara tentang pengalaman seks secara eksplisit dan rinci.
· Program acara yang memberitakan, membahas atau mengandung muatan cerita tentang pekerja seks komersial/ homoseksual/ lesbian dan lain-lain hanya boleh disiarkan mulai pkl. 22.00 – 04.00 dengan catatan tidak boleh mempromosikan dan mendorong agar hal-hal tersebut dapat diterima secara luas oleh masyarakat.
· Penyelenggara penyiaran dilarang memuat program yang melecehkan atau mengolok-olok kelompok masyarakat tertentu yang selama ini dipandang negatif, misalnya : pembantu rumah tangga, hansip, satpam, waria, lansia, gendut, cebol, tuna netra, idiot, dll.
· Penyelenggara penyiaran tidak boleh menyiarkan program acara yang menimbulkan kesan bahwa penggunaan Narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) dibenarkan, serta tidak boleh menyiarkan cara penggunaan NAPZA secara eksplisit dan rinci.
· Penyelenggara penyiaran dilarang menyiarkan program yang menggambarkan bahwa penggunaan alkohol dan rokok sebagai hal yang diterima secara luas oleh masyarakat, dilarang mendorong anak-anak atau remaja untuk menggunakan alkohol dan rokok.
· Dalam hal penyiaran tentang NAPZA dan alkohol tersebut hanya boleh disiarkan mulai pkl. 22.00 – 04.00 WIB.
· Penyelenggara penyiaran dilarang menyajikan muatan yang melecehkan suku dan ras di Indonesia, serta dilarang menyajikan penggunaan kata atau perilaku yang merendahkan suku dan ras tertentu.
· Program siaran keagamaan harus disajikan dengan memperhatikan kondisi sosial dan psikologis masyarakat setempat.
· Dilarang menyiarkan program yang mengandung serangan, penghinaan atau pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan keagamaan tertentu.
· Dilarang menyiarkan program yang mengandung pesan bahwa suatu agama tertentu adalah lebih baik daripada agama lainnya yang sah di Indonesia.
· Penyelenggara penyiaran dilarang menyiarkan program yang berisikan perbandingan antaragama.
· Penyelenggara penyiaran harus berhati-hati dalam menyiarkan program yang menggunakan nara sumber yang memiliki kekuatan/kemampuan supranatural khusus atau kemampuan menyembuhkan penyakit dengan cara supranatural.
· Penyelenggara penyiaran wajib menjelaskan kepada khalayak bahwa mengenai kekuatan/kemampuan tersebut sebenarnya masih ada perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
· Program yang membahas materi horoskop dan perbintangan serta ramalan harus disajikan dengan cara yang tidak menimbulkan kesimpulan bahwa isi program tersebut adalah benar dan serius.
· Penyelenggara penyiaran dilarang menyajikan program yang memuat berita, bahasan atau tema yang mengandung pembenaran terhadap tindak korupsi dan perjudian.
PENUTUP
· Kode etik dan tata tertib ini wajib dipatuhi oleh Penyelenggara Penyiaran khususnya di Radio Komunitas, baik unsur Dewan Penyiaran Komunitas maupun Badan Pelaksana Penyiaran Komunitas ( Pimpinan Studio dan Crew ).
· Pelanggaran terhadap Kode etik dan tata tertib ini akan dikenakan sanksi administrasi dengan tahapan sebagai berikut :
- Teguran lisan
- Teguran tertulis
- Skorsing
- Pemberhentian
· Kode Etik dan tata tertib ini secara berkala akan ditinjau kembali disesuaikan dengan peraturan perundang undangan dan perkembangan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
Blog ini saya buat semata-mata sebagai bentuk refleksi dari pemikiran yang saya miliki dan tidak dianjurkan untuk menjadikan blog saya sebagai acuan dalam bentuk apapun. Materi-materi yang saya posting hanya bertujuan sebagai bahan pembelajaran bagi diri saya pribadi.
Minggu, 04 Maret 2012
Minggu, 15 Januari 2012
KARAKTER MANUSIA BERDASAR BULAN
January
Pretty/handsome. Loves to dress up. Easily bored. Fussy. Seldom shows emotions. Takes time to recover when hurt. Sensitive. Down-to-Earth. Stubborn.
February
Abstract thoughts. Loves reality and abstract. Intelligent and clever. Changing personality. Attractive. Sexiest out of everyone. Temperamental. Quiet, shy and humble. Honest And loyal. Determined to reach goals. Loves freedom. Rebellious when restricted. Loves aggressiveness. Too sensitive and easily hurt. Gets angry really easily but does not show it. Dislikes unnecessary things. Loves making friends but rarely shows it. Horny. Daring and stubborn. Ambitious. Realizing dreams and hopes. Sharp. Loves entertainment and leisure. Romantic on the inside not outside. Superstitious and ludicrous. Spendthrift. Tries to learn to show emotions.
March
Attractive personality. Sexy. Affectionate Shy and reserved. Secretive. Naturally honest, generous and sympathetic. Loves peace and serenity. Sensitive to others. Great kisser. Easily angered. Trustworthy. Appreciative and returns kindness. Hardly shows emotions. Tends to bottle up feelings. Observant and assesses others.
April
Suave and compromising. Funny and humorous. Stubborn. Very talkative. Calm and cool. Kind and sympathetic. Concerned and detailed. Loyal. Does work well with others. Very confidant. Sensitive. Positive Attitude. Thinking generous. Good memory. Clever and knowledgeable. Loves to look for information. Able to cheer everyone up and/or make them laugh. Able to motivate oneself and others. Understanding. Fun to be around. Outgoing. Hyper. Bubbly personality. Secretive. Boy/girl crazy. Loves sports, music, leisure and traveling. Systematic. Hot but has brains.
May
Stubborn and hard-hearted. Strong-willed and highly motivated. Sharp thoughts. Easily angered. Attracts others and loves attention. Deep feelings. Beautiful physically and mentally. Firm Standpoint. Needs no motivation. Shy towards opposite sex. Easily consoled. Systematic (left brain). Loves to dream. Strong clairvoyance. Understanding. Sickness usually in the ear and neck. Good imagination. Good physical. Weak breathing. Loves literature and the arts. Loves traveling. Dislike being at home. Restless. Not having many children. Hardworking. High-spirited.
Juny
You’ve got the best personality and are an absolute pleasure to be around. You love to make new friends and be outgoing. You are a great flirt and more than likely have an a very attractive partner. a wicked hottie. It is also more than likely that you have a massive record collection. You have a great choice in films, and may one day become a famous actor/actress yourself - heck, you’ve got the looks for it!!!
July
Fun to be with. Secretive. Difficult to fathom and to be understood. Quiet unless excited or tensed. Takes pride in oneself. Has reputation. Easily consoled. Honest. Concerned about people’s feelings. Tactful. Friendly. Approachable. Emotional temperamental and unpredictable. Moody and easily hurt. Witty and sparkly. spazzy at times. Not revengeful. Forgiving but never forgets. dislikes nonsensical and unnecessary things. Guides others physically and mentally. Sensitive and forms impressions carefully. Caring and loving. Treats others equally. Strong sense of sympathy. Wary and sharp. Judges people through observations. Hardworking. No difficulties in studying. Loves to be alone. Always broods about the past and the old friends. Waits for friends. Never looks for friends. Not aggressive unless provoked. Loves to be loved. Easily hurt but takes long to recover.
August
Outgoing personality. takes risks. feeds on attention. No self-control. Kind hearted. Self-confident. Loud and boisterous. VERY revengeful. Easy to get along with and talk to. Has an “every thing’s peachy” attitude. Likes talking and singing. Loves music. Daydreamer. Easily distracted. Hates not being trusted. BIG imagination. Loves to be loved. Hates studying. in need of “that someone”. Longs for freedom. Rebellious when withheld or restricted. Lives by “no pain no gain” caring. Always a suspect. Playful. Mysterious. “charming” or “beautiful” to everyone. stubborn. curious. Independent. Strong willed. A fighter.
September
Active and dynamic. Decisive and haste but tends to regret. Attractive and affectionate to oneself. Strong mentality. Loves attention. Diplomatic. Consoling, friendly and solves people’s problems. Brave and fearless. Adventurous. Loving and caring. Suave and generous. Usually you have many friends. Enjoys to make love. Emotional. Stubborn. Hasty. Good memory. Moving, motivates oneself and others. Loves to travel and explore. Sometimes sexy in a way that only their lover can understand.
October
Loves to chat. Loves those who love them. Loves to takes things at the center. Inner and physical beauty. Lies but doesn’t pretend. Gets angry often. Treats friends importantly. Brave and fearless. Always making friends. Easily hurt but recovers easily. Daydreamer. Opinionated. Does not care to control emotions. Unpredictable. Extremely smart, but definitely the hottest AND sexiest of them all.
November
Trustworthy and loyal. Very passionate and dangerous. Wild at times. Knows how to have fun. Sexy and mysterious. Everyone is drawn towards your inner and outer beauty and independent personality. Playful, but secretive. Very emotional and temperamental sometimes. Meets new people easily and very social in a group. Fearless and independent. Can hold their own. Stands out in a crowd. Essentially very smart. Usually, the greatest men are born in this month. If you ever begin a relationship with someone from this month, hold on to them because their one of a kind.
December
This straight-up means you are the most good-looking person possible… Better than all of these other months! Loyal and generous. Patriotic. Competitive in everything. Active in games and interactions. Impatient and hasty. Ambitious. Influential in organizations. Fun to be with. Easy to talk to, though hard to understand. Thinks far with vision, yet complicated to know. Easily influenced by kindness. Polite and soft-spoken. Having lots of ideas. Sensitive. Active mind. Hesitating tends to delay. Choosy and always wants the best. Temperamental. Funny and humorous. Loves to joke. Good debating skills. Has that someone always on his/her mind. Talkative. Daydreamer. Friendly. Knows how to make friends. Abiding. Able to show character. One guy/girl kind of person. Loveable. Easily hurt. Prone to getting colds. Loves music. Pretty/handsome. Loves to dress up. Easily bored. Fussy. Seldom shows emotions. Takes time to recover when hurt.
Pretty/handsome. Loves to dress up. Easily bored. Fussy. Seldom shows emotions. Takes time to recover when hurt. Sensitive. Down-to-Earth. Stubborn.
February
Abstract thoughts. Loves reality and abstract. Intelligent and clever. Changing personality. Attractive. Sexiest out of everyone. Temperamental. Quiet, shy and humble. Honest And loyal. Determined to reach goals. Loves freedom. Rebellious when restricted. Loves aggressiveness. Too sensitive and easily hurt. Gets angry really easily but does not show it. Dislikes unnecessary things. Loves making friends but rarely shows it. Horny. Daring and stubborn. Ambitious. Realizing dreams and hopes. Sharp. Loves entertainment and leisure. Romantic on the inside not outside. Superstitious and ludicrous. Spendthrift. Tries to learn to show emotions.
March
Attractive personality. Sexy. Affectionate Shy and reserved. Secretive. Naturally honest, generous and sympathetic. Loves peace and serenity. Sensitive to others. Great kisser. Easily angered. Trustworthy. Appreciative and returns kindness. Hardly shows emotions. Tends to bottle up feelings. Observant and assesses others.
April
Suave and compromising. Funny and humorous. Stubborn. Very talkative. Calm and cool. Kind and sympathetic. Concerned and detailed. Loyal. Does work well with others. Very confidant. Sensitive. Positive Attitude. Thinking generous. Good memory. Clever and knowledgeable. Loves to look for information. Able to cheer everyone up and/or make them laugh. Able to motivate oneself and others. Understanding. Fun to be around. Outgoing. Hyper. Bubbly personality. Secretive. Boy/girl crazy. Loves sports, music, leisure and traveling. Systematic. Hot but has brains.
May
Stubborn and hard-hearted. Strong-willed and highly motivated. Sharp thoughts. Easily angered. Attracts others and loves attention. Deep feelings. Beautiful physically and mentally. Firm Standpoint. Needs no motivation. Shy towards opposite sex. Easily consoled. Systematic (left brain). Loves to dream. Strong clairvoyance. Understanding. Sickness usually in the ear and neck. Good imagination. Good physical. Weak breathing. Loves literature and the arts. Loves traveling. Dislike being at home. Restless. Not having many children. Hardworking. High-spirited.
Juny
You’ve got the best personality and are an absolute pleasure to be around. You love to make new friends and be outgoing. You are a great flirt and more than likely have an a very attractive partner. a wicked hottie. It is also more than likely that you have a massive record collection. You have a great choice in films, and may one day become a famous actor/actress yourself - heck, you’ve got the looks for it!!!
July
Fun to be with. Secretive. Difficult to fathom and to be understood. Quiet unless excited or tensed. Takes pride in oneself. Has reputation. Easily consoled. Honest. Concerned about people’s feelings. Tactful. Friendly. Approachable. Emotional temperamental and unpredictable. Moody and easily hurt. Witty and sparkly. spazzy at times. Not revengeful. Forgiving but never forgets. dislikes nonsensical and unnecessary things. Guides others physically and mentally. Sensitive and forms impressions carefully. Caring and loving. Treats others equally. Strong sense of sympathy. Wary and sharp. Judges people through observations. Hardworking. No difficulties in studying. Loves to be alone. Always broods about the past and the old friends. Waits for friends. Never looks for friends. Not aggressive unless provoked. Loves to be loved. Easily hurt but takes long to recover.
August
Outgoing personality. takes risks. feeds on attention. No self-control. Kind hearted. Self-confident. Loud and boisterous. VERY revengeful. Easy to get along with and talk to. Has an “every thing’s peachy” attitude. Likes talking and singing. Loves music. Daydreamer. Easily distracted. Hates not being trusted. BIG imagination. Loves to be loved. Hates studying. in need of “that someone”. Longs for freedom. Rebellious when withheld or restricted. Lives by “no pain no gain” caring. Always a suspect. Playful. Mysterious. “charming” or “beautiful” to everyone. stubborn. curious. Independent. Strong willed. A fighter.
September
Active and dynamic. Decisive and haste but tends to regret. Attractive and affectionate to oneself. Strong mentality. Loves attention. Diplomatic. Consoling, friendly and solves people’s problems. Brave and fearless. Adventurous. Loving and caring. Suave and generous. Usually you have many friends. Enjoys to make love. Emotional. Stubborn. Hasty. Good memory. Moving, motivates oneself and others. Loves to travel and explore. Sometimes sexy in a way that only their lover can understand.
October
Loves to chat. Loves those who love them. Loves to takes things at the center. Inner and physical beauty. Lies but doesn’t pretend. Gets angry often. Treats friends importantly. Brave and fearless. Always making friends. Easily hurt but recovers easily. Daydreamer. Opinionated. Does not care to control emotions. Unpredictable. Extremely smart, but definitely the hottest AND sexiest of them all.
November
Trustworthy and loyal. Very passionate and dangerous. Wild at times. Knows how to have fun. Sexy and mysterious. Everyone is drawn towards your inner and outer beauty and independent personality. Playful, but secretive. Very emotional and temperamental sometimes. Meets new people easily and very social in a group. Fearless and independent. Can hold their own. Stands out in a crowd. Essentially very smart. Usually, the greatest men are born in this month. If you ever begin a relationship with someone from this month, hold on to them because their one of a kind.
December
This straight-up means you are the most good-looking person possible… Better than all of these other months! Loyal and generous. Patriotic. Competitive in everything. Active in games and interactions. Impatient and hasty. Ambitious. Influential in organizations. Fun to be with. Easy to talk to, though hard to understand. Thinks far with vision, yet complicated to know. Easily influenced by kindness. Polite and soft-spoken. Having lots of ideas. Sensitive. Active mind. Hesitating tends to delay. Choosy and always wants the best. Temperamental. Funny and humorous. Loves to joke. Good debating skills. Has that someone always on his/her mind. Talkative. Daydreamer. Friendly. Knows how to make friends. Abiding. Able to show character. One guy/girl kind of person. Loveable. Easily hurt. Prone to getting colds. Loves music. Pretty/handsome. Loves to dress up. Easily bored. Fussy. Seldom shows emotions. Takes time to recover when hurt.
KARAKTER MANUSIA VERSI HIPOCRATES
Karakter manusia, Hipocrates,
Ada pepatah yang mengatakan “lebih mudah mencari 1000 musuh daripada mendapatkan seorang teman”. Itu bukan hanya pepatah semata. Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita diperhadapkan dalam suatu lingkungan pergaulan kehidupan sosial dimana kita berharap dapat membaca pikiran orang yang dihadapi.
Hal itu bisa saja jadi kenyataan. Mungkin bukan membaca pikiran, tapi berkat Hipocrates (460-370 SM) ~ dikenal juga sebagai Bapak ilmu pengobatan~ yang meneliti temperamen manusia, kita setidaknya dapat mempelajari kepribadian lawan bicara.
Hipocrates menggolongkan manusia dalam empat jenis karakter, yaitu :
1. Sanguin : Pembicara
Orang sanguin sangat gampang dikenali. Dia adalah pusat perhatian. Dia selalu riang, ramah, bersemangat, suka bergaul/ luwes dan suka berbicara. Segala sesuatu yang dihadapi dianggap sangat penting hingga dilebih-lebihkan tapi selalu pula dapat dilupakan begitu saja. Inilah salah satu kejelekan mereka disamping tidak disiplin, tidak bisa tenang/gelisah, tidak dapat diandalkan dan cenderung egois.
2. Kolerik : Pemimpin
Seorang kolerik amat suka memerintah. Dia penuh dengan ide-ide, tapi tidak mau diganggu dengan pelaksanaannya sehingga lebih suka menyuruh orang lain untuk menjalankannya. Kemauannya yang keras, optimistik, tegas, produktif dipadu dengan kegemaran untuk berpenampilan megah, suka formalitas dan kebanggan diri menjadikannya seseorang yang berbakat pemimpin. Tapi karena dia juga senang menguasai seseorang, tidak acuh, licik, bisa sangat tidak berperasaan ( sarkastis) terhadap orang dekatnya sekalipun, akan menjadikan dia sangat dibenci.
3. Melankolik : Pelaksana
Segala sesuatu amat penting bagi dia. Perasaannya adalah hal yang paling utama. Justru karena itu dia melihat sisi seni sesuatu, idealis, cermat, dan amat perfeksionis. Kelemahannya ialah ia selalu berpikir negatif, berprasangka buruk, yang membuatnya khawatir, dan sibuk berpikir.
4. Flegmatik : Penonton
Orangnya tenang, lembut, efisien, kurang bergairah, tapi juga tidak gampang kena pengaruh. Orang-orang akan menyangka dia tidak berminat atau tidak tertarik disebabkan oleh lamanya dia mengambil tindakan atas sesuatu. Dia bertindak atas dasar keyakinannya bukan atas dorongan naluri. Suka melindungi diri, tidak tegas, penakut, kikir adalah kelemahannya.
Dari keempat temperamen diatas, seseorang mungkin memiliki suatu jenis kepribadian utama yang dipengaruhi oleh kepribadian lain. So, yang manakah kamu? Yang mana pula kepribadian temanmu? Cocokkan saja ciri-cirinya dan kamu akan siap menyesuaikan diri dengan orang lain.
Ada pepatah yang mengatakan “lebih mudah mencari 1000 musuh daripada mendapatkan seorang teman”. Itu bukan hanya pepatah semata. Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita diperhadapkan dalam suatu lingkungan pergaulan kehidupan sosial dimana kita berharap dapat membaca pikiran orang yang dihadapi.
Hal itu bisa saja jadi kenyataan. Mungkin bukan membaca pikiran, tapi berkat Hipocrates (460-370 SM) ~ dikenal juga sebagai Bapak ilmu pengobatan~ yang meneliti temperamen manusia, kita setidaknya dapat mempelajari kepribadian lawan bicara.
Hipocrates menggolongkan manusia dalam empat jenis karakter, yaitu :
1. Sanguin : Pembicara
Orang sanguin sangat gampang dikenali. Dia adalah pusat perhatian. Dia selalu riang, ramah, bersemangat, suka bergaul/ luwes dan suka berbicara. Segala sesuatu yang dihadapi dianggap sangat penting hingga dilebih-lebihkan tapi selalu pula dapat dilupakan begitu saja. Inilah salah satu kejelekan mereka disamping tidak disiplin, tidak bisa tenang/gelisah, tidak dapat diandalkan dan cenderung egois.
2. Kolerik : Pemimpin
Seorang kolerik amat suka memerintah. Dia penuh dengan ide-ide, tapi tidak mau diganggu dengan pelaksanaannya sehingga lebih suka menyuruh orang lain untuk menjalankannya. Kemauannya yang keras, optimistik, tegas, produktif dipadu dengan kegemaran untuk berpenampilan megah, suka formalitas dan kebanggan diri menjadikannya seseorang yang berbakat pemimpin. Tapi karena dia juga senang menguasai seseorang, tidak acuh, licik, bisa sangat tidak berperasaan ( sarkastis) terhadap orang dekatnya sekalipun, akan menjadikan dia sangat dibenci.
3. Melankolik : Pelaksana
Segala sesuatu amat penting bagi dia. Perasaannya adalah hal yang paling utama. Justru karena itu dia melihat sisi seni sesuatu, idealis, cermat, dan amat perfeksionis. Kelemahannya ialah ia selalu berpikir negatif, berprasangka buruk, yang membuatnya khawatir, dan sibuk berpikir.
4. Flegmatik : Penonton
Orangnya tenang, lembut, efisien, kurang bergairah, tapi juga tidak gampang kena pengaruh. Orang-orang akan menyangka dia tidak berminat atau tidak tertarik disebabkan oleh lamanya dia mengambil tindakan atas sesuatu. Dia bertindak atas dasar keyakinannya bukan atas dorongan naluri. Suka melindungi diri, tidak tegas, penakut, kikir adalah kelemahannya.
Dari keempat temperamen diatas, seseorang mungkin memiliki suatu jenis kepribadian utama yang dipengaruhi oleh kepribadian lain. So, yang manakah kamu? Yang mana pula kepribadian temanmu? Cocokkan saja ciri-cirinya dan kamu akan siap menyesuaikan diri dengan orang lain.
KOMPOSISI WARNA GAMBAR
KOMPOSISI
Terdiri dari:
1. Komposisi Letak
2. Komposisi Warna
Komposisi Letak
Komposisi konvesional adalah obyek diletakan di tengah, baik untuk pengambilan vertikal maupun horizontal.
Kemudian muncul the third rule yang bermula dari dasar teknik melukis, dimana dalam suatu bidang dibagi atas 3 bagian horizontal dan vertikal.
The rule of third, dimasukan dalam kategori breaking the rule oleh fotografer konservatif, karena sering kali tidak ada penyeimbang di sisi yang berlawanan sehingga berkesan tidak seimbang.
The third rule mulai digemari hingga sekarang sebagai salah satu jenis rule of photography dimana awalnya, masih mengikuti hukum gravitasi dan hukum sudut pandang.
Pada perkembangannya, hukum gravitasi dan sudut pandangpun dilanggar dan malah menghasilkan foto yang unik.
Dengan adanya the third rule bukan berarti hukum-hukum konservatif sudah punah, tapi cuma dianggap tidak lagi eyecatched.
Pedoman dalam membuat konsep komposisi letak tidak ada, yang penting adalah jiwa saat membidik sudah menyatu dengan apa yang kita lihat.
Komposisi Warna
Semua orang suka dengan foto yang semarak dengan warna, namun foto yang selalu dikenang adalah foto yang menampilkan warna sesedikit mungkin.
Perpaduan warna yang menarik bukan cuma antara warna kontras dan warna pastel atau perpaduan dari kedua jenis warna tersebut.
Contoh warna yang menarik sebenarnya dapat kita ambil contoh dari keadaan sekeliling kita, contoh:
White or yellow on black (dan sebaliknya) keadaan gelapnya malam dengan terangnya siang atau terangnya lampu.
Green on brown (dan sebaliknya) rumput dengan kayu (batang pohon) atau rumput kering.
Blue on white (dan sebaliknya) langit dengan awan atau pasir dengan laut.
Grey on blue (dan sebaliknya) langit dengan awan mendung
Orange on black (dan sebaliknya) terangnya matahari sore dengan gelapnya silhouette
Terdiri dari:
1. Komposisi Letak
2. Komposisi Warna
Komposisi Letak
Komposisi konvesional adalah obyek diletakan di tengah, baik untuk pengambilan vertikal maupun horizontal.
Kemudian muncul the third rule yang bermula dari dasar teknik melukis, dimana dalam suatu bidang dibagi atas 3 bagian horizontal dan vertikal.
The rule of third, dimasukan dalam kategori breaking the rule oleh fotografer konservatif, karena sering kali tidak ada penyeimbang di sisi yang berlawanan sehingga berkesan tidak seimbang.
The third rule mulai digemari hingga sekarang sebagai salah satu jenis rule of photography dimana awalnya, masih mengikuti hukum gravitasi dan hukum sudut pandang.
Pada perkembangannya, hukum gravitasi dan sudut pandangpun dilanggar dan malah menghasilkan foto yang unik.
Dengan adanya the third rule bukan berarti hukum-hukum konservatif sudah punah, tapi cuma dianggap tidak lagi eyecatched.
Pedoman dalam membuat konsep komposisi letak tidak ada, yang penting adalah jiwa saat membidik sudah menyatu dengan apa yang kita lihat.
Komposisi Warna
Semua orang suka dengan foto yang semarak dengan warna, namun foto yang selalu dikenang adalah foto yang menampilkan warna sesedikit mungkin.
Perpaduan warna yang menarik bukan cuma antara warna kontras dan warna pastel atau perpaduan dari kedua jenis warna tersebut.
Contoh warna yang menarik sebenarnya dapat kita ambil contoh dari keadaan sekeliling kita, contoh:
White or yellow on black (dan sebaliknya) keadaan gelapnya malam dengan terangnya siang atau terangnya lampu.
Green on brown (dan sebaliknya) rumput dengan kayu (batang pohon) atau rumput kering.
Blue on white (dan sebaliknya) langit dengan awan atau pasir dengan laut.
Grey on blue (dan sebaliknya) langit dengan awan mendung
Orange on black (dan sebaliknya) terangnya matahari sore dengan gelapnya silhouette
PEMBAGIAN WARNA
Warna primer
Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning.pink
Warna sekunder
Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.
Warna tersier
Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga. Warna coklat merupakan campuran dari ketiga warna merah, kuning dan biru.
Warna netral
Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.
Warna panas dan dingin
Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok warna panas dan warna dingin. Warna panas dimulai dari kuning kehijauan hingga merah. Sementara warna dingin dimulai dari ungu kemerahan hingga hijau.
Warna panas akan menghasilkan sensasi panas dan dekat. Sementara warna dingin sebaliknya. Suatu karya seni disebut memiliki komposisi warna harmonis jika warna-warna yang terdapat di dalamnya menghasilkan efek hangat-sedang.
Hubungan antar warna
Kontras komplementer
Adalah dua warna yang saling berseberangan (memiliki sudut 180°) di lingkaran warna. Dua warna dengan posisi kontras komplementer menghasilkan hubungan kontras paling kuat. Misalnya jingga dengan biru.
Kontras split komplemen
Adalah dua warna yang saling agak berseberangan (memiliki sudut mendekati 180°). Misalnya Jingga memiliki hubungan split komplemen dengan hijau kebiruan.
Kontras triad komplementer
Adalah tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki dengan sudut 60°.
Kontras tetrad komplementer
Disebut juga dengan double komplementer. Adalah empat warna yang membentuk bangun segi empat (dengan sudut 90°).
Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning.pink
Warna sekunder
Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.
Warna tersier
Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga. Warna coklat merupakan campuran dari ketiga warna merah, kuning dan biru.
Warna netral
Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.
Warna panas dan dingin
Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok warna panas dan warna dingin. Warna panas dimulai dari kuning kehijauan hingga merah. Sementara warna dingin dimulai dari ungu kemerahan hingga hijau.
Warna panas akan menghasilkan sensasi panas dan dekat. Sementara warna dingin sebaliknya. Suatu karya seni disebut memiliki komposisi warna harmonis jika warna-warna yang terdapat di dalamnya menghasilkan efek hangat-sedang.
Hubungan antar warna
Kontras komplementer
Adalah dua warna yang saling berseberangan (memiliki sudut 180°) di lingkaran warna. Dua warna dengan posisi kontras komplementer menghasilkan hubungan kontras paling kuat. Misalnya jingga dengan biru.
Kontras split komplemen
Adalah dua warna yang saling agak berseberangan (memiliki sudut mendekati 180°). Misalnya Jingga memiliki hubungan split komplemen dengan hijau kebiruan.
Kontras triad komplementer
Adalah tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki dengan sudut 60°.
Kontras tetrad komplementer
Disebut juga dengan double komplementer. Adalah empat warna yang membentuk bangun segi empat (dengan sudut 90°).
KOMBINASI WARNA
Komposisi Kombinasi Warna Terbaik
Background Garis dan Teks (Normal) Garis dan Teks (Tebal)
Putih Biru (94%), Hitam (63%), Merah (25%) Hitam (69%), Biru (63%), Merah (31%)
Hitam Putih (75%), Kuning (63%) Kuning (69%), Putih (59%), Hijau (25%)
Merah Kuning (75%), Putih (56%), Hitam (44%) Hitam (50%), Kuning (44%), Putih (44%), Cyan (31%)
Hijau Hitam (100%), Biru (56%), Merah (25%) Hitam (69%), Merah (63%), Biru (31%)
Biru Putih (81%), Kuning (50%), Cyan (25%) Kuning (38%), Magenta (31%), Hitam (31%), Cyan (31%), Putih (25%)
Cyan Biru (69%), Hitam (56%), Merah (37%) Merah (56%), Biru (50%), Hitam (44%), Magenta (25%)
Magenta Hitam (63%), Putih (56%), Biru (44%) Biru (50%), Hitam (44%), Kuning (25%)
Kuning Merah (63%), Biru (63%), Hitam (56%) Merah (75%), Biru (63%), Hitam (50%)
Komposisi Kombinasi Warna Terburuk
Background Garis dan Teks (Normal) Garis dan Teks (Tebal)
Putih Kuning (100%), Cyan (94%) Kuning (94%), Cyan (75%)
Hitam Biru (87%), Merah (44%), Magenta (25%) Biru (81%), Magenta (31%)
Merah Magenta (81%), Biru (44%), Hijau & Cyan (25%) Magenta (69%), Biru (50%), Hijau (37%), Cyan (25%)
Hijau Cyan (81%), Magenta (50%), Kuning (37%) Cyan (81%), Magenta & Kuning (44%)
Biru Hijau (62%), Merah & Hitam (37%) Hijau (44%), Merah & Hitam (31%)
Cyan Hitam (81%), Kuning (75%), Putih (31%) Kuning (69%), Hijau (62%), Putih (56%)
Magenta Hijau (75%), Merah (56%), Cyan (44%) Cyan (81%), Hijau (69%), Merah (44%)
Kuning Putih & Cyan (81%) Putih (81%), Cyan (56%), Hijau (25%)
Beberapa hal penting lain dalam ‘Psikologi Warna’ yang harus diperhatikan antara lain adalah :
Hindarkan penggunaan kombinasi warna yang melelahkan mata, seperti cyan, magenta, kuning secara bersama.
Untuk pemakaian user pada usia tua, sebaiknya mempergunakan warna yang tajam.
Menghindarkan penggunaan warna merah dan hijau dalam skala besar pada tempat berseberangan. Dalam hal ini perpaduan yang terbaik adalah biru dengan kuning.
Kombinasi warna hijau dan biru secara psikologis menimbulkan citra yang jelek. Warna berlawanan yang dapat dipergunakan bersama adalah biru–kuning dan hijau-merah.
Hindarkan penggunaan warna tunggal untuk menolong pengguna yang mempunyai keterbatasan dalam melihat warna
Background Garis dan Teks (Normal) Garis dan Teks (Tebal)
Putih Biru (94%), Hitam (63%), Merah (25%) Hitam (69%), Biru (63%), Merah (31%)
Hitam Putih (75%), Kuning (63%) Kuning (69%), Putih (59%), Hijau (25%)
Merah Kuning (75%), Putih (56%), Hitam (44%) Hitam (50%), Kuning (44%), Putih (44%), Cyan (31%)
Hijau Hitam (100%), Biru (56%), Merah (25%) Hitam (69%), Merah (63%), Biru (31%)
Biru Putih (81%), Kuning (50%), Cyan (25%) Kuning (38%), Magenta (31%), Hitam (31%), Cyan (31%), Putih (25%)
Cyan Biru (69%), Hitam (56%), Merah (37%) Merah (56%), Biru (50%), Hitam (44%), Magenta (25%)
Magenta Hitam (63%), Putih (56%), Biru (44%) Biru (50%), Hitam (44%), Kuning (25%)
Kuning Merah (63%), Biru (63%), Hitam (56%) Merah (75%), Biru (63%), Hitam (50%)
Komposisi Kombinasi Warna Terburuk
Background Garis dan Teks (Normal) Garis dan Teks (Tebal)
Putih Kuning (100%), Cyan (94%) Kuning (94%), Cyan (75%)
Hitam Biru (87%), Merah (44%), Magenta (25%) Biru (81%), Magenta (31%)
Merah Magenta (81%), Biru (44%), Hijau & Cyan (25%) Magenta (69%), Biru (50%), Hijau (37%), Cyan (25%)
Hijau Cyan (81%), Magenta (50%), Kuning (37%) Cyan (81%), Magenta & Kuning (44%)
Biru Hijau (62%), Merah & Hitam (37%) Hijau (44%), Merah & Hitam (31%)
Cyan Hitam (81%), Kuning (75%), Putih (31%) Kuning (69%), Hijau (62%), Putih (56%)
Magenta Hijau (75%), Merah (56%), Cyan (44%) Cyan (81%), Hijau (69%), Merah (44%)
Kuning Putih & Cyan (81%) Putih (81%), Cyan (56%), Hijau (25%)
Beberapa hal penting lain dalam ‘Psikologi Warna’ yang harus diperhatikan antara lain adalah :
Hindarkan penggunaan kombinasi warna yang melelahkan mata, seperti cyan, magenta, kuning secara bersama.
Untuk pemakaian user pada usia tua, sebaiknya mempergunakan warna yang tajam.
Menghindarkan penggunaan warna merah dan hijau dalam skala besar pada tempat berseberangan. Dalam hal ini perpaduan yang terbaik adalah biru dengan kuning.
Kombinasi warna hijau dan biru secara psikologis menimbulkan citra yang jelek. Warna berlawanan yang dapat dipergunakan bersama adalah biru–kuning dan hijau-merah.
Hindarkan penggunaan warna tunggal untuk menolong pengguna yang mempunyai keterbatasan dalam melihat warna
KARAKTER WARNA 2
Biru Tua Melambangkan perasaan yang dalam
Sifat Konsentrasi, pasif, bekerja sama, dapat menerima, perasa, cerdas, bersatu
Pengaruh Tenang, cepat puas, lemah lembut, bijaksana, pengasih dan penyayang, tidak mudah tersinggung, banyak kawan
Biru Hijau Melambangkan elastisitas keinginan
Sifat Konsentrasi, pasif, bertahan, bergerak sendiri, senang menguasai miliknya
Pengaruh Teguh dan kokoh mempertahankan haknya, ngotot, keras kepala, suka bangga dan berpendirian tetap
Merah Oranye Melambangkan kekuatan kemauan
Sifat Eksentrik, aktif, agresif dan bersaing
Pengaruh Berkemauan kuat keras, penuh gairah, senang menguasai, jantan
Kuning Terang Melambangkan spontanitas eksentrik
Sifat Eksentrik, aktif, menonjol, maju, toleran, berkemauan, senang menyelidik
Pengaruh Berubah-ubah sikap, berpengharapan, asli, riang, dermawan, sukses, tidak percaya
Abu-abu Warna abu-abu tidak menunjukkan arti yang jelas. Tidak terang dan sama sekali bebas dari kecenderungan psikologis. Cenderung netral.
Biru Warna biru tua melambangkan ketenangan yang sempurna, warna ini memiliki efek yang menenangkan saraf pusat, tekanan darah, denyut nadi, tarikan nafas.
Hijau Warna hijau melambangkan adanya suatu keinginanm ketabahan dan kekerasan hati. Mempunyai kepribadian yang keras dan berkuasa. Warna ini memiliki sifat meningkatkan rasa bangga, perasaan lebih super. Orang yang menyukai warna ini memiliki sifat yang senang dipuji dan senang menasehati orang lain.
Merah Warna merah melambangkan kondisi psikologi yang menguras tenaga, meningkatkan denyut nadi, menaikkan tekanan darah dan mempercepat pernafasan. Warna ini mampu memberi dorongan untuk bekerja lebih aktif, semangan juang, persaingan, erotisme dan produktivitas.
Kuning Melambangkan kegembiraan, warna ini mempunyai sifat longgar, santai dan senang menunda masalah, tapi penyuka warna ini mempunyai cita-cita yang tinggi, semangat tinggi, berubah-ubah dan penuh harapan.
Ungu Merupakan campuran warna merah dan biru, menggambarkan sifat gempuran keras yang dilambangkan oleh warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus ke pengertian yang dalam dan peka, sifatnya sedikit kurang teliti tapi penuh harapan.
Cokelat Warna cokelat memiliki ciri suka merebut, tidak suka memberi hati, kurang toleran, pesimis terhadap kesejahteraan dan masa depan.
Hitam Melambangkan kehidupan yang terhenti dan karenaya memberi kesan kehampaan, kematian, kegelapan, kerusakan dan kebinasaan.
Sifat Konsentrasi, pasif, bekerja sama, dapat menerima, perasa, cerdas, bersatu
Pengaruh Tenang, cepat puas, lemah lembut, bijaksana, pengasih dan penyayang, tidak mudah tersinggung, banyak kawan
Biru Hijau Melambangkan elastisitas keinginan
Sifat Konsentrasi, pasif, bertahan, bergerak sendiri, senang menguasai miliknya
Pengaruh Teguh dan kokoh mempertahankan haknya, ngotot, keras kepala, suka bangga dan berpendirian tetap
Merah Oranye Melambangkan kekuatan kemauan
Sifat Eksentrik, aktif, agresif dan bersaing
Pengaruh Berkemauan kuat keras, penuh gairah, senang menguasai, jantan
Kuning Terang Melambangkan spontanitas eksentrik
Sifat Eksentrik, aktif, menonjol, maju, toleran, berkemauan, senang menyelidik
Pengaruh Berubah-ubah sikap, berpengharapan, asli, riang, dermawan, sukses, tidak percaya
Abu-abu Warna abu-abu tidak menunjukkan arti yang jelas. Tidak terang dan sama sekali bebas dari kecenderungan psikologis. Cenderung netral.
Biru Warna biru tua melambangkan ketenangan yang sempurna, warna ini memiliki efek yang menenangkan saraf pusat, tekanan darah, denyut nadi, tarikan nafas.
Hijau Warna hijau melambangkan adanya suatu keinginanm ketabahan dan kekerasan hati. Mempunyai kepribadian yang keras dan berkuasa. Warna ini memiliki sifat meningkatkan rasa bangga, perasaan lebih super. Orang yang menyukai warna ini memiliki sifat yang senang dipuji dan senang menasehati orang lain.
Merah Warna merah melambangkan kondisi psikologi yang menguras tenaga, meningkatkan denyut nadi, menaikkan tekanan darah dan mempercepat pernafasan. Warna ini mampu memberi dorongan untuk bekerja lebih aktif, semangan juang, persaingan, erotisme dan produktivitas.
Kuning Melambangkan kegembiraan, warna ini mempunyai sifat longgar, santai dan senang menunda masalah, tapi penyuka warna ini mempunyai cita-cita yang tinggi, semangat tinggi, berubah-ubah dan penuh harapan.
Ungu Merupakan campuran warna merah dan biru, menggambarkan sifat gempuran keras yang dilambangkan oleh warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus ke pengertian yang dalam dan peka, sifatnya sedikit kurang teliti tapi penuh harapan.
Cokelat Warna cokelat memiliki ciri suka merebut, tidak suka memberi hati, kurang toleran, pesimis terhadap kesejahteraan dan masa depan.
Hitam Melambangkan kehidupan yang terhenti dan karenaya memberi kesan kehampaan, kematian, kegelapan, kerusakan dan kebinasaan.
Langganan:
Postingan (Atom)